budidaya tanaman secara hudroponik - Muaddin My ID

Perlukah Berbudidaya Tanaman Secara Hidroponik ???

Bagi sebagian orang, berbudidaya secara hidroponik merupakan sesuatu yang menarik dan baru. Sebenarnya dari dahulu, biasanya rumah-rumah di desa dipajang sebuah toples yang diisi dengan ikan dan diisi dengan tanaman yang dapat tumbuh dalam air.

Budidaya hidroponik secara sederhana diartikan budidaya tanaman dengan menggunakan media air. Keetika menggunakan air, air sepenuhnya berfungsi sebagai pelarut nutrisi atau pupuk. Distribusi air biasanya menggunakan mesin waterpump yang akan bekerja secara terus-menerus selama 12 jam per hari. Budidaya hidroponik terdiri dari beberapa sistem diantaranya; sistem sumbu (sistem wick), sistem NFT (nutrient film technique), sistem aeroponic, sistem drip, dan lain-lain.

Budidaya hidroponik memang secara estetika, memang lebih menarik dan kekinian. Selain itu, budidaya hidroponik secara kontinuitas berbudidaya lebih terjaga, artinya selagi ada air budidaya masih bisa dilakukan. Namun, secara agribisnis pernahkah kita menghitungnya, atau melakukan analisa usahanya? Selain memerlukan sarana yang memadai bahwa budidaya tanaman secara hidroponik memerlukan pengetahuan dan keterampilan tentang budidaya itu sendiri, seperti dalam penggunaan alat ukur (pH, TDS, dll) dan menghitung kebutuhan unsur hara/ nutrisi tanaman, walaupun sebetulnya bagi penghobi hidroponik sebenarnya sudah tersedia pupuk semacam AB Mix.

Budidaya hidroponik, saat ini dikenal dengan istilah urban farming, budidaya tanaman yang banyak dilakukan didaerah perkotaan dimana lahan atau tanah untuk berbudidaya sudah tidak memadai, sehingga dengan menggunakan hidroponik media tanam digantikan oleh air yang terdistribusi menggunakan jaringan pipa sebagai tempat untuk menaruhkan bahan tanam. Bahan tanam sebelumnya dibiakkan menggunakan rockwoll dan bila telah cukup umur akan dipindahkan ke netpot pada lubang-lubang pipa yang telah disiapkan.

Beberapa hal yang diperlukan ketika kita akan memulai budidaya hidroponik, yaitu;

  1. Pipa
  2. Hole Saw (mata bor untuk pembolong pipa)
  3. Bor Listrik
  4. pH Meter Digital
  5. TDS Meter
  6. Rockwoll
  7. Pupuk ( Misal AB Mix)
  8. Benih
  9. Mesin Waterpump
  10. Listrik
  11. Sarana pendukung lainnya (rangka, atap dll)

Diakhir tulisan ini, saya bukan antipati dengan budidaya hidroponik, tapi saya berharap kita bisa menghitung kembali untuk memulai usaha tersebut. Bagi saya, selagi ada lahan atau tanah kosong yang belum termanfaatkan, kenapa harus memilih hidroponik. Kecuali bagi yang hobi, dan untuk estetika di perumahan.

Leave a reply

WhatsApp WhatsApp us